Pemandu Wisata Di Pulau Komodo Atau Ranger, Apa Saja Tugasnya?

pemandu wisata di pulau komodo
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Pemandu Wisata Di Pulau Komodo – Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan flora dan fauna yang tersebar di daerah-daerah. Biasanya setiap daerah memiliki flora atau fauna khas yang menjadi simbol dari tempat tersebut.

Salah satunya adalah hewan endemik khas Nusa Tenggara Timur yaitu komodo. Hewan melata yang menyerupai kadal ini menghuni beberapa pulau kecil disekitar Nusa Tenggara Timur.

Komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Kedua pulau tersebut merupakan habitat asli komodo yang ada di Indonesia.

Pulau Komodo merupakan salah satu tujuan favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo, Flores. Di pulau ini terdapat shelter dan stand makanan yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan.

Selain itu fasilitas MCK, dermaga, jalan dan sejumlah papan informasi juga diperbaiki guna memudahkan pengunjung.

Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo harus mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh pengelola seperti larangan untuk memantik api, menyentuh satwa secara langsung dan membawa makanan yang berpotensi menimbulkan sampah berbahan styrofoam. Himbauan untuk tidak membawa apa pun dari lokasi wisata yang berada di Taman Nasional ini.

Taman Nasional Komodo menyediakan pusat informasi dan berbagai bentuk pengamanan yang terus mengalami perbaikan.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk tamggung jawab dari pengelola dalam menjaga keselamatan pengunjung yang hampir setiap tahun mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Tentang Pemandu Wisata Pulau Komodo

pemandu wisata di pulau komodo

Untuk dapat menyaksikan komodo secara langsung diperlukan pengawasan dan arahan dpemandu wisata yang berada di lokasi.

Pekerjaan menjadi pemandu wisata juga memperbanyak jumlah lowongan kerja bagi masyarakat lokal. Profesi ini jelas dibutuhkan oleh wisatawan yang ingin banyak menggali informasi seputar kawasan yang mereka kunjungi.

Pemandu wisata umumnya dibagi menjadi dua, yaitu pemandu wisata yang sifatnya independen dan pemandu wisata yang berkerjasama dengan agen travel atau sebuah instansi wisata.

Pemandu wisata independen biasanya datang langsung ke lokasi-lokasi wisata untuk kemudian melakukan komunikasi bersama pengunjung di lapangan. Selanjutnya mereka menawarkan jasanya untuk memandu perjalanan wisata selama berada di

Pulau Komodo atau di lokasi wisata yang lain. Sementara pemandu wisata yang terikat dengan institusi atau agen wisata akan bekerja sesuai dengan panggilan dari pihak yang menaungi pekerjaan mereka.

Pemandu yang mengarahkan perjalanan wisatawan biasanya disebut ranger. Setiap ranger bertugas untuk menginformasikan jalur atau lintasan yang akan dilalui dan beberapa detail selama trekking.

Dalam sebuah perjalanan biasanya wisatawan dibagi menjadi beberapa kelompok yang dipandu oleh satu orang ranger atau lebih.

Selama diperjalanan, ranger akan memberitahu informasi tentang kehidupan komodo dan menjawab pertanyaan yang mungkin diajukan oleh wisatawan.

Selain komodo, ranger juga akan menunjukkan beberapa hewan penghuni pulau yang lain seperti monyet, rusa, ular, dan beragam jenis satwa yang lain. 

Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Pulau Komodo tetapi tidak mengabadikan momen tersebut. Jangan khawatir.

Ranger akan membantu untuk mengkondisikan agar anda tetap dapat berfoto secara aman. Menjaga keselamatan pengunjung merupakan tanggung jawab besar yang diemban oleh setiap ranger selama trekking.

Seorang ranger sering kali memakai topi bundar berukuran besar dan membawa satu buah tongkat kayu panjang untuk menghalau komodo. Resiko besar yang mungkin dihadapi menjadikan seorang pemandu harus selalu siap siaga dengan kondisi di lapangan.

Ranger atau pemandu yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo dituntut untuk mampu menjelaskan segala hal mengenai satwa endemik tersebut serta menghalangi segala jenis interaksi langsung oleh pengunjung yang dinilai berbahaya.

Kebanyakan ranger merupakan warga lokal yang sudah terbiasa dengan keberadaan komodo di sekitar lingkungan hidup mereka. Jadi, mereka akan lebih fleksibel dan paham betul bagaimana harus bertindak selama membawa rombongan trekking.

Jalur yang dilewati oleh komodo ditandai dengan jejak basah yang ditinggalkan oleh komodo itu sendiri.

Selanjutnya, ranger akan mengajak wisatawan untuk menelusuri jejak tersebut. Pengunjung harus bersikap santai dan tidak terlalu heboh jika diperjalanan menjumpai komodo baik yang berukuran kecil maupun besar.

Berbagai pengalaman banyak dilalui oleh ranger seperti terkena gigitan komodo, dilempari bom oleh beberapa oknum pencuri satwa serta hal lain yang sedikit berbahaya. Namun, pekerjaan itu tetap dilakukan untuk menjaga wilayah konservasi sekaligus melindungi keamanan dari pengunjung.

Kasus penyerangan yang terjadi di Pulau Komodo memang tidak sesering di Pulau Rinca namun pengunjung masih harus tetap waspada terhadap serangan yang mungkin muncul secara tiba-tiba.

Seorang ranger akan berada di posisu paling depan sembari menyisihkan ranting atau semak selama di perjalanan. Sementara itu, rekan ranger yang lain akan membantu untuk menjaga keselamatan wistawan dari posisi belakang.

Di Pulau Komodo dan Pulau Rinca ditinggali oleh lebih kurang 60 ranger yang bertugas di Taman Nasional Komodo dengan luas wilayah 1.214 kilometer persegi.

Setiap ranger bertugas selmaa 10 hari dan kembali ke Labuan Bajo untuk berganti dengan ranger yang lain. Dengan dibekali ilmu tentang kehidupan komodo, ranger harus menangani sekitar 5.400 ekor komodo yang ada di Pulau Rinca dan Pulau komodo.

Persiapan ke Pulau Komodo

Beberapa hal yang dirasakan oleh pemandu wisata yang ada di Pulau Komodo maupun mereka yang memandu di destinasi wisata yang lain yaitu kerja berdasarkan panggilan, sering berada jauh dengan keluarga, dan mendapatkan komplain dari pengguna jasa.

Liburan di Pulau Komodo memerlukan kondisi fisik dan stamina yang baik agar dapat menyusuri keindahan alam yang disajikan. Beberapa caranya yaitu :

  • Membawa Bekal Sendiri

Makanan dan minuman merupakan hal yang penting selama melakukan perjalanan. Oleh karena itu, Anda dapat menekan pengeluaran biaya sekaligus lebih praktis.

Anda dapat mencoba untuk sarapan pagi dan membawa minuman agar terhindar dari dehidrasi selama perjalanan.  Terdapat beberapa pondok yang bisa Anda gunakan untuk bertenduh sembari menghabiskan bekal yang anda bawa.

  • Hindari membawa daging

Pemandu wisata di Pulau Komodo menghimbau pengunjung agar tidak membawa bekal daging karena alasan komodo adalah hewan karnivora yang memiliki indera penciuman cukup tajam sehingga dikhawatirkan akan menyerang pengunjung.

  • Menjaga jarak dengan komodo

Komodo dikenal sebagai hewan yang berburu tanpa mengeluarkan suara dan bergerak cukup cepat. Anda harus tetap memperhatikan keadaan sekitar jika ingin mengambil foto atau mengeksplor tempat tersebut.

Jarak yang disarankan adalah lebih dari 5 meter dari keberadaan komodo agar Anda masih dapat menyelamatkan diri jika tiba-tiba diserang.

  • Hindari bergerak secara tiba-tiba dan terlalu berisik

Komodo memiliki indera pendengaran dan penciuman yang cukup baik sehingga jika diperjalanan Anda bertemu komodo jangan langsung lari atau meloncat.

Tindakan seperti itu justru dapat membuat komodo mengejar dan menyerang lebih ganas. Jika Anda masih dikejar, larilah dengan pola zig zag dan mencari tempat yang lebih tinggi.

Informasi mengenai pemandu wisata  di Pulau Komodo dan beberapa tips berlibur di Pulau Komodo di atas dapat Anda jadikan bekal pembelajaran jika ingin menyambangi daerah tersebut.

Leave a Replay