Paket Komodo Favorite

Mengapa Harus Gumilang Tour?

tour
harga paket liburan murah

HARGA SPESIAL

Dapatkan harga hemat untuk semua paket tour yang Anda sukai! Karena kami travel lokal, sehingga mampu memberikan harga terbaik.

pelayanan wisata memuaskan

PELAYANAN TERBAIK

Kami pastikan Anda mendapat akomodasi dan pelayanan terbaik selama liburan bersama kami. Karena kami fokus pada kepuasan Anda.

cepat dalam pelayanan

RESPON CEPAT

Kami memberikan pelayanan yang cepat untuk semua kebutuhan wisata Anda. Apapun kebutuhan liburan Anda, beritahu kami.

sepenuh hati melayani wisata Anda

BERSAHABAT

Rasakan pelayanan bersahabat kami. Kami pastikan Anda mendapat akomodasi dan pelayanan terbaik selama liburan.

Ciptakan Memori-mu

Customer Puas Kami!

tour

Kata Mereka

tour
Liburan yang sangat menyenangkan.., hotel nya keren, makanan nya super enak, driver nya sangat ramah.. terima kasih
Nurkhiani testimoni
Nurkhiani
Pengusaha Konveksi
Terimakasih Gumilang Tour Lombok , liburan kami beserta keluarga sangat berkesan, service top abiss πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘
Diaz Zahwa Maulida Sriwijaya Airlines
Diaz zahwa maulida
Sales marketing sriwijaya airline
Tksh Gumilang Tour Lombok kerana telah memberi servis yg mantap dan tiptop sepanjang percutian kami. 🌟🌟🌟🌟🌟
Puan rosita
Pengusaha Malaysia

Ini 9 Aktivitas Seru Yang Bisa Anda Lakukan Saat Berkunjung Ke Wisata Komodo

Anda yang suka menjelajahi pantai mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Pulau Komodo. Pulau yang berada di ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola langsung oleh Pemerintah Pusat.

Secara administratif, pulau ini masuk dalam Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hingga kini, kawasan ini masih menjadi destinasi wisata favorit banyak orang.

Sebagai destinasi wisata Komodo, pulau yang satu ini memang sudah terkenal hampir di seluruh penjuru dunia karena keindahan dan keunikannya. Ya, sesuai dengan namanya, Pulau Komodo merupakan habitat asli hewan Komodo.

Setidaknya hingga tahun 2009, terdapat sekitar 1300 ekor Komodo yang terus berkembang biak dengan baik di pulau ini. Belum lagi di pulau tetangganya, Gili Motang dan Pulau Rinca.

Tak heran, jika pada tahun 1986, Pulau Komodo dan beberapa pulau lainnya di kawasan Taman Nasional Komodo (Pulau Rinca, Pulau Padar, dan Gili Motang) ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Hal ini karena habitat asli hewan yang hampir punah ini hanya bisa ditemui di kawasan ini dan tidak akan Anda temui di belahan dunia mana pun.

Selain ribuan Komodo, pulau ini juga menyimpan sejumlah flora unik nan beragam. Alam terbuka dengan padang rumput bak permadani, pantai pasir putih, dan hutan hujan tropis, semakin mempercantik panorama pulau ini dan menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.

Atas keindahan Maha Karya Tuhan ini, Pulau Komodo juga pernah meraih penghargaan New Seven Wonders of Nature yang merupakan sebuah penghargaan untuk 7 tempat wisata alam terbaik di dunia. Bahkan, penghargaan yang didapat Pulau Komodo ini setara dengan Hutan Amazon dan Sungan Bawah Tanah Puerto Princesa.

Sejarah Pulau Komodo

Puluhan juta tahun silam, Komodo mulai muncul sebagai spesies baru dengan marga Varanus. Kemudian, hewan ini bermigrasi ke Australia. Selanjutnya, 15 juta tahun lalu, Komodo mulai bergerak menuju wilayah dataran yang kini bernama Indonesia, karena pertemuan lempeng benua Australia dengan Asia Tenggara.

Menurut beberapa literatur, oleh warga lokal, hewan ini dikenal dengan sebutan Ora. Komodo adalah nama baru yang diberikan dari hasil penelitian terhadap hewan menyerupai naga dan biawak besar ini.

Penelitian terhadap hewan yang kini dikenal dengan sebutan Komodo tersebut, dimulai sejak seorang pilot pesawat dan beberapa pasukan Belanda mendarat darurat di sebuah pulau tak berpenghuni.

Selama beberapa hari tinggal di pulau ini, mereka dikejutkan oleh kawanan reptil mirip buaya, biawak raksasa, juga hampir menyerupai naga yang hidup di darat.

Setelah berhasil ke luar dari pulau tersebut, pilot dan pasukannya menceritakan temuannya pada atasan mereka Letnan Jacques Karel Henri van Steyn van Hensbroek. Selanjutnya, ia yang kini dikenal sebagai orang pertama yang mengamati Komodo.

sejarah pulau komodo

Sejak saat itu, dimulailah penelitian terhadap hewan yang menyerupai biawak raksasa ini di Indonesia. Letnan Steyn lantas membunuh dan membawa sejumlah dokumentasi, juga kulit hewan ini ke Museum dan Botanical Garden di Bogor sebagai bukti bahwa hewan biawak raksasa ini benar-benar nyata keberadaannya.

Untuk mencari tahu lebih jauh tentang hewan ini, Peter A. Ouwens, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Museum Zoologi Bogor membentuk tim ekspedisi dan mulai melakukan serangkaian penelitian ilmiah terhadap reptil ini.

Penelitian di pulau tersebut berjalan selama kurang lebih 6 bulan. Tak hanya melakukan penelitian, Ouwens juga memberi nama pulau ini dengan nama Pulau Komodo pada tahun 1910.

Sekembalinya Ouwens dari Pulau Komodo, ia mempublikasikan temuannya. Namun, publikasi resmi baru dilakukan Ouwen, dua tahun setelah temuan tersebut melalui disertasinya pada tahun 1912 yang berjudul On a Large Varanus Species from an Island of Komodo”.

Sejak rilisnya jurnal ilmiah ini, kabar tentang keberadaan satwa Komodo mulai tersiar ke seluruh dunia dan Ouwens dianggap sebagai β€œpenemu” Komodo. Kini, pulau tersebut mulai dikomersilkan sebagai wisata Komodo karena keindahan dan keunikannya yang luar biasa.

Cara ke Pulau Komodo

Jika ingin melakukan wisata Komodo, destinasi pertama yang harus Anda datangi adalah Labuan Bajo, sebuah kota kecil di Barat Flores. Di sanalah, pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo, tempat pulau-pulau kecil habitat Komodo berada.

Untuk dapat menginjakkan kaki di Labuan Bajo dengan mudah, Anda bisa menempuhnya melalui jalur udara. Nah, terdapat beberapa opsi penerbangan juga dari Jakarta menuju Labuan Bajo, yaitu tansit di Denpasar, Bali atau penerbangan langsung ke Labuan Bajo.

Sesampainya di Bandara Komodo, perjalanan bisa dilanjutkan ke Kampung Ujung yang jaraknya sekitar 3 km dari Bandara. Untuk menuju ke sana ada beberapa cara yang bisa ditempuh dari Bandara.

Bisa menggunakan ojek, jasa taksi, atau jika menggunakan jasa travel biasanya sudah dijemput langsung di Bandara. Ada alternatif lain, jika Anda cukup tangguh, bisa datang dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit.

Tiba di Kampung Ujung, hal yang harus Anda lakukan pertama kali adalah mencari penginapan untuk semalam. Anda bisa menemukan cukup banyak penginapan yang variatif di tempat ini. Jika Anda sudah menyewa jasa travel, biasanya ini semua sudah diurus oleh jasa travel Anda. Mulai dari penginapan di Kampung Ujung sampai kapal untuk menyebrang ke pulau-pulau di Kepulauan Komodo.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Pulau Komodo

Selama berada di Pulau Komodo, Anda bisa melakukan banyak aktivitas luar ruangan yang menyenangkan. Anda juga bisa menikmati liburan dengan mengunjungi beberapa destinasi wisata Komodo yang penuh keunikan. Berikut ini beberapa rekomendasi aktivitas yang bisa Anda lakukan saat berkunjung ke wisata Komodo.

1. Trekking di Pulau Komodo dan Pulau Rinca

Selain melihat indahnya habitat asli Komodo, inti dari perjalanan ke Pulau Komodo adalah melihat keunikan reptil raksasa yang satu ini. Karenanya, lihatlah Komodo lebih dekat dengan mendatangi Pulau Komodo atau Pulau Rinca.

Kedua pulau ini adalah tempat di mana hewan reptile raksasa ini paling banyak ditemukan. Di mana tempat yang lebih menjanjikan? Keduanya!

pulau komodo

Di Pulau Rinca, Anda baru akan melihat Komodo bebas berkeliaran mulai dari area pos jaga, tempat start tracking. Konon katanya, memang Komodo di Pulau Rinca sedikit lebih ganas dari yang berada di Pulau Komodo.

Tapi tenang, ada jagawana yang sedia menemani para wisatawan mengamati tingkat laku Komodo. Bonusnya, Anda akan melihat pemandangan alam yang menakjubkan. Sementara di Pulau Komodo, Anda bisa melihat Komodo begitu menginjakkan kaki di pantai dekat dermaga hingga ke sekitar Kampung Komodo.

2. Menikmati keindahan laut dan berfoto di Pulau Padar

Belum β€œsah” wisata Komodo rasanya kalau belum berpose di Pulau Padar yang hits ini. Pulau Padar merupakan pulau terbesar ketiga di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Pulau ini juga satu-satunya pulau dari ketiga pulau besar di TN Komodo yang tidak dihuni oleh kawanan Ora atau Komodo.

pulau padar

Konturnya unik membuat Pulau Padar terlihat sangat luar biasa indah nan eksotis, sehingga mengabadikan momen berada di puncaknya adalah sebuah keharusan.

Untuk mencapai spot foto menarik dan mendapatkan panorama terbaik, Anda harus melalui track yang gampang-gampang susah berupa tanah berkerikil yang kadang licin. Karenanya, gunakanlah sandal atau sepatu track khusus demi keamanan.

3. Naik ke Puncak Gili Lawa Darat

Selain Pulau Padar, pemandangan menakjubkan juga bisa Anda dapatkan di Gili Lawa Darat. Bentuk pulaunya mungkin tidak seunik Pulau Padar, namun sayang sekali jika dilewatkan.

Karenanya jalurnya sangat terbuka dan sepanjang jalan Anda bisa sering berhenti untuk melihat indahnya padang hijau bak permadani yang menyatu dengan birunya laut. Tracking di pulau ini dijamin capeknya tidak akan terasa setelah melihat panorama luar biasa.

Anda bahkan tidak perlu menggapai puncak untuk melihat pemandangan luar biasa ini. Namun, jika cukup kuat, tentu saja kesempatan menggapai puncaknya sayang jika dilewatkan.

Sebab, Anda akan mendapatkan pemandangan indah dari angle yang sedikit berbeda. Dari Gili Lawa Darat, Anda juga bisa melihat matahari terbenam yang sangat indah.

4. Mengunjungi Loh Buaya

Anda yang suka kegiatan pelestarian alam, jangan lewatkan Loh Buaya. Di sini, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan laut, serta hutan mangrove yang rindang, padang savana, hingga berbagai macam satwa yang bebas berkeliaran, seperti kuda liar, monyet ekor panjang, kerbau liar, burung-burung yang sangat unik, rusatimor, dan tentu saja Komodo.

Nah, dari Loh Buaya, Anda bisa memulai perjalanan menjelajahi beberapa tempat menarik sesuai rute Loh Buaya. Anda bisa menuju Wae Waso, Golo Kode, hingga melakukan pengamatan kawanan kelelawar di Pulau Kalong. Ini akan menjadi pengalaman favorit para wisatawan untuk melihat kelelawar dengan bebasnya beterbangan mencari makan di sore hari.

5. Snorkeling di Manta Point

Manta Point adalah surganya para penyelam. Tenang saja, perairan ini cukup dangkal. Jadi bukan hanya penyelam saja yang bisa mengamati keindahan Manta Point. Di sini ada banyak sekali flora dan fauna laut yang sangat indah yang bisa diamati.

Bahkan, pada bulan-bulan tertentu, aka nada banyak sekali ikan Pari Manta yang berputar-putar di area perairan yang tidak terlalu dalam. Para wisatawan bisa menikmati keanggunan β€œkonvoi” ikan bersayap dengan puas.

snorkeling di manta point

Arusnya memang cenderung kencang, Namun, tidak usah khawatir karena peralatan snorkeling lengkap dengan live vest sudah tersedia di tempat ini. Bagi Anda yang tidak bisa renang tentu sangat bisa turut menikmati pemandangan manakjubkan ini dengan meminta pendampingan dari guide.

6. Snorkeling dan menikmati pasir pink dari Bukit di Pink Beach

Pink Beach adalah salah satu pantai di Pulau Komodo yang cukup populer di kalangan para traveler lokal maupun mancanegara. Pantai ini dinamakan Pink Beach, karena memiliki pasir pantai yang jika diamati berwarna merah muda.

Apalagi, jika Anda mengunjungi pantai saat sedang terik-teriknya, Anda akan melihat warna pasirnya yang pink secara jelas.

Sekadar informasi, Pink Beach Komodo adalah salah satu dari 7 pantai berpasir merah muda yang ada di dunia.

pink beach komodo

Di tempat ini, Anda bisa mengamati Pink Beach dari atas bukit dengan panorama perbukitan dan laut biru di sekelilingnya. Anda juga bisa melakukan kegiatan snorkeling yang memorable, karena terumbu karang dan ikan-ikan yang ada di sekitaran Pink Beach ini indah sekali.

Namun, kadang arusnya lumayan kencang, karenanya Anda yang belum terbiasaharus melakukannya di bawah pengawasan guide.

Pantai Pink tidak memiliki dermaga. Di sini, hanya ada kapal-kapal besar yang hanya bisa melepas jangkar sekitar 100 meter lebih dari pantai.

Untuk itu, jika Anda ingin menginjakkan kaki ke Pantai Pink lebih, pastikan jasa travel Anda memiliki perahu kecil atau Anda bisa menyewa perahu kecil untuk mencapai area pantainya.

7. Memandangi birunya lautan dan pulau tandus dari Sulphurea Hill

Sembari trekking di Pulau Komodo untuk melihat habitat asli Komodo, Anda akan menemukan papan bertuliskan Sulphurea Hill di salah satu titik trekking

Sulphurea Hill merupakan salah satu stop point saat Anda melakukan trekking di Pulau Komodo. Biasanya, lokasi ini dijadikan titik peristirahatan sementara para wisatawan yang trekking di Pulau Komodo.

Bukan sekadar tempat istirahat biasa, di tempat ini para wisatawan bisa beristirahat sambil memandangi lautan dan pulau-pulau kecil tandus yang ada di sekitar Pulau Komodo.

Saat musim panas, Anda juga akan melihat pohon-pohon yang hanya menyisakan ranting, membuat lokasi ini menjadi seperti hutan mati nan indah.

8. Snorkeling di Pulau Kanawa

Sekitar Pulau Komodo memang surganya titik-titik snorkeling, salah satunya ada di Pulau Kanawa yang terletak tak jauh dari Pulau Rinca.

Pulau Kanawa merupakan sebuah gili atau pulau kecil yang sangat indah dengan pasir putih, lautan biru, dan memiliki ekosistem laut yang sangat beragam.

pulau kanawa

Di sini, Anda bisa menemukan terumbu karang yang super cantik dan lestari. Air laut di Pulau Kanawa sangat jernih hingga dasarnya terlihat jelas dari permukaan.

Tidak ada penduduk lokal yang bertempat tinggal tetap di Pulau Kanawa, namun hanya ada satu bungalow di pulau ini. Hal ini membuat Pulau Kanawa menjadi salah satu pulau tenang yang sangat cocok dijadikan tempat bersantai, serta menyegarkan hati dan pikiran melalui ketenangan dan keindahan panorama pulau ini.

Tips Wisata di Pulau Komodo

Sebelum berlibur di Pulau Komodo, ada beberapa tips yang akan kami berikan untuk Anda, yaitu:

  • Selalu bawa sunblock/sunscreen di dalam tas, selama berkegiatan. Pulau Komodo didominasi oleh iklim kemarau panjang dengan suhu udara tinggi dan curah hujan rendah.

  • Saat trekking untuk melihat Komodo, Anda harus tenang dan usahakan tidak membuat gerakan tiba-tiba atau suara gaduh. Sebab, Komodo sangat peka terhadap gerak dan suara.

  • Jika sedang menstruasi, laporkan pada jagawana. Karena Komodo mampu mencium bau darah, meski masih dalam radius ratusan meter.

  • Jangan pergi sendirian, selalu dalam dampingan petugas.

  • Jangan ganggu dan beri makan Komodo, karena gerakannya bisa menjadi agresif.

  • Saat trekking, sebaiknya gunakan sepatu. Selain karena jalannya cukup terjal, terdapat 12 jenis ular di Pulau Komodo yang tiga jenis di antaranya beracun.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai wisata Komodo yang perlu Anda ketahui sebelum berlibur ke Pulau Komodo. Ingat, jika pergi menggunakan jasa travel, jangan lupa untuk selalu memeriksa kredibilitas jasa travel tersebut agar terhindar dari resiko di kemudian hari.Β